Posts tagged ‘WasPadai’

Kejanggalan Pemberitaan Bom Mega Kuningan

Trial by the press, praduga bersalah, stigmatisasi, labelling, stereotyping, pelanggaran privacy, lengkap dilakukan oleh media massa atau narasumbernya dalam peliputan pasca-bom di Mega Kuningan, Jakarta. Kita semua, Insya Allah, sepakat bahwa pelaku bom Jakarta adalah teroris, sebab mereka menyebarkan teror/ketakutan. Namun siapa terorisnya, inilah persoalannya.

Menyebut ‘Islamic terorrist’ adalah labelling (banyak teror di dunia dilakukan oleh non-Muslim tanpa disebutkan agamanya). Penghadangan dan penggeledahan pada orang-orang berjenggot dan berjubah adalah stereotyping (bahwa teroris biasanya berjubah dan berjenggot). Stigma ‘sarang teroris’ jelas ditujukan pada beberapa tempat, di antaranya Pesantren Ngruki di Solo. Para keluarga tersangka teroris telah dilanggar privasinya. Beberapa nama berbau Islam langsung disangka sebagai pengebom; sebuah contoh praduga bersalah.

Intensitas  media massa dalam memberitakan bom patut kita hargai. Informasi cepat dan langsung memang diperlukan masyarakat, agar kita waspada dan berjaga-jaga. Tapi ada beberapa kejanggalan dalam peliputan media, selain berbagai praktik yang disebutkan di atas. Kejanggalan ini dapat menyesatkan pengetahuan publik atau memang disengaja untuk membentuk opini publik.

Kejanggalan yang saya maksudkan antara lain: disiarkannya dokumen yang masih dalam proses penyelidikan (gambar rekaman CCTV), sumber-sumber tunggal (utamanya kepolisian), dan pemunculan selebritas baru dengan label “pakar”– khususnya di televisi. Kejanggalan ini mungkin tidak melanggar kaidah apapun dalam jurnalistik (hukum dan etika), tapi terasa kurang pas, bahkan mengganggu nalar kita. Anehnya, kejanggalan ini tak terjadi satu kali, tapi berkali-kali, seperti sebuah sistem. Berikut beberapa kejanggalan itu:

Pertama, disiarkannya rekaman CCTV secara berulang-ulang. Aneh, jika pihak hotel atau kepolisian melepaskan ‘bukti kejahatan’ (seperti disiratkan dari cara informasi ini disebarluaskan) ke publik melalui televisi dan media lain. Bagi konsumen media, rekaman CCTV ini justru menimbulkan pertanyaan lanjutan. Misalnya, secara teknis, bisakah CCTV bergerak sepanjang/seleluasa itu? Apakah orang dalam rekaman itu sudah dicurigai sebelumnya? (Jika sudah, mengapa tak ada tindakan pencegahan?). Apakah semua atau banyak tamu hotel lainnya di pagi itu juga disorot CCTV seekstensif itu? (Jika tidak, mengapa ‘orang bertopi itu’ menjadi sasaran sorotan? Jika iya, mengapa gambar tamu-tamu lain tidak disiarkan?). Setumpuk pertanyaan ini tak terjawab. Kita dijejali dan dipaksa percaya bahwa ‘orang itulah’ (yang tampak dalam rekaman CCTV) sebagai pengebomnya.

Kedua, tentang sumber berita yang didominasi (jika tak bersedia disebut dimonopoli) oleh aparat kepolisian. Hampir semua informasi pasca-pengeboman sumbernya dari kepolisian. Jika media menelusuri ke sumber berikutnya (tersangka, keluarga tersangka, tetangga tersangka), langkah itu diawali dari informasi kepolisian. Nyaris tak ada sumber independen yakni, sumber yang digali sendiri oleh media tanpa melibatkan sumber resmi. Cover both sides saja di zaman sekarang sudah tidak lengkap, karena berita lebih terpercaya jika memiliki multi-sides, tapi berita terorisme memiliki satu sumber. Meski begitu, Kadiv Humas Mabes Polri menuduh media menyuarakan suara teroris. Padahal, kita tak mendengar suara apa pun dari para teroris, bukan? Bahkan, terorisnya saja belum jelas. Karenanya, jika media “diperalat”, berarti diperalat oleh aparat keamanan/pemerintah bukan oleh “teroris”.

Ketiga, munculnya “pakar” baru yang menjadi selebriti di layar televisi. Televisi berlomba-lomba menggelar talk show dan mendatangkan siapa saja yang bersedia berbicara tentang bom dari sudut pandang apapun. Maka, ada pakar bom, pakar terorisme, pakar fundamentalisme, pakar Jaringan Jemaah Islamiyah. Tetangga seorang perempuan yang ‘diduga’ istri Noordin M Top dan masih ‘diduga’ sebagai pengebom, juga menjadi ‘pengamat perilaku tetangganya’. Bahkan, seseorang menjadi tamu penting sebuah talk show hanya karena ia alumnus Pesantren Ngruki.

Lantas, apa yang diperoleh konsumen media? Semua praduga polisi sebelumnya telah gugur: DNA mayat yang masih diduga sebagai the suicide bomber tak cocok dengan DNA keluarga dari orang yang terlanjur dipublikasikan sebagai tersangka. Tanpa permohonan maaf pada keluarga yang dicemarkan nama baiknya, aparat dan media melenggang bak kafilah berlalu. Seorang perempuan dikondisikan sedemikian rupa sampai ia menyetujui bahwa wajah suaminya mirip gambar yang disodorkan polisi. Lalu, sebuah media Barat membuat judul berita “Seorang Istri Mengenali Foto Teroris Buron Sebagai Suaminya”. Judul yang jelas misleading, menyesatkan.

Jika pers Indonesia menganut saudara tuanya, Amerika Serikat, bahwa the people have the right to know, inilah saatnya keingintahuan publik mesti dilayani. Rakyat ingin tahu, mengapa selama bertahun-tahun dan bermilyar rupiah dana counter-terrorism diguyurkan pada kepolisian untuk mengejar Noordin M Top (NMT), hasilnya hanya potret wajah NMT yang berubah tiap musim. Anehnya, yang menggambar perubahan wajah juga polisi sendiri. Rakyat ingin tahu, apakah NMT adalah sosok nyata atau rekaan. Rakyat ingin tahu, mengapa ‘teroris’ mengebom saat hasil pilpres masih diperdebatkan, seperti untuk mengalihkan perhatian. Rakyat ingin tahu, mengapa media tak kritis atas ‘kemurahan’ hati kepolisian dengan meminjamkan rekaman CCTV yang menggiring opini publik ke arah tertentu? Rakyat ingin tahu, siapa sesungguhnya yang paling diuntungkan dalam kasus ini?

Tiga pilar demokrasi–eksekutif, legislatif, yudikatif–bisa saja saling berkonspirasi. Eksekutif dan legislatif kerap berkonspirasi dalam penyelewengan anggaran negara. Eksekutif dan legislatif juga sering berkonspirasi dengan yudikatif untuk keringanan atau pembebasan hukuman. Pers sebagai pilar keempat menjadi harapan terakhir rakyat pada kejujuran dan kebenaran. Tapi jika pers pun terbuka terhadap peluang konspirasi, terutama untuk memenangkan atau melancarkan kekuasaan, punahlah  harapan kita. Jika pers tak lagi menjadi pelita di kegelapan, tak lagi menguak kebenaran, tak lagi memiliki daya kritis, demokrasi kehilangan ruhnya. Indonesia telah memiliki UU Kebebasan Pers. Publik berharap, agar privilege ini betul-betul diabdikan untuk kemaslahatan rakyat dan memperjuangkan kebenaran. Semoga.

Sirikit Syah

Tahu Sama Tahu/Polisi/Menghadapi Tilang/Menolak Ajakan Damai Polisi

Pada praktek proses tilang, banyak polisi mengharapkan berdamai, baik secara halus maupun terang-terangan (minta dibantu). Ada beberapa cara untuk menghadapinya.

Menolak Berdamai dengan Dasar Hukum

Kalau ditilang di jalan sebenarnya ada dua pilihan, form biru dan form merah.

  1. Formulir biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim).
    • Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.
    • Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat
  2. Formulir merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
    • Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
    • Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan form ulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda0.
    • H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing

Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:

  1. Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat ‘Calo’ jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka ‘Calo’ jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.
  2. Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak ‘Calo’ juga tukang parkir ‘Preman’ yang memaksa dan berkata “ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!” Itu bohong, mereka menggangu saja.
  3. Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut “ibu tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya”.
  4. Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
  5. Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.
    1. Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata “saya mau ambil berkas ini.”
    2. Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
    3. Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata “45 ribu”. Berikan uang dalam jumlah yang tepat.
  6. Cek tabel denda untuk tahu denda yang tepat
  7. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.

Tidak Menghadiri Sidang

  1. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
  2. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.
  3. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
  4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
  5. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja

Intinya:

  1. Jangan takut kalau kena tilang.
  2. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
  3. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda 1 juta.
  4. Jangan pernah mau kalau polisi menyuruh mengambil SIM di kantor, sepertinya hanya bakal ada cerita tawar-menawar disana.
  5. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
  6. Mengenai sidang:
    • Jangan takut ikut sidang tilang.
      • (sidangnya sendiri non-existance)
      • Pengadilan itu malah lucu
      • Beli makan di pengadilan mahal
      • Banyak supporter gadungan (teman-teman terdakwa), tidak usah takut dengan mereka
    • Sidang tidak dianjurkan kalau tidak mau sebal
  7. Jangan mau pake calo, abaikan calo yang menawarkan bantuan
  8. Bayar denda sesuai tarif resmi.
  9. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas.
  10. Untuk yang datang terlambat lalu terkejut karena “sidangnya sudah selesai” biasanya akan mendapat “tawaran bantuan” dari pegawai di sana, yang katanya “bisa membantu menyelesaikan”. Padahal sebenernya kita bisa menyelesaikan sendiri

Menolak Berdamai dengan Nepotisme

  • Saat tawaran damai muncul, tantanglah polisi untuk memberikan data-data dirinya yang lengkap, yaitu nama, kesatuan, resor, dsb.
  • Ambil telepon genggam dan katakan bahwa anda akan menelepon pejabat tinggi kepolisian yang kebetulan adalah paman anda
  • Seharusnya si polisi pada titik ini sudah ketakutan, dan anda dapat melanjutkan dengan prosedur resmi di atas

sumber : wikipedia

PENYAKIT “FLU” YANG BERMACAM-MACAM

Zaman semangkin canggih penyakit pun demikian, ini dapat kita lihat pada penyakit ”Flu” dahulu kita tahu flu itu penyakit ringan, hanya cukup minum obatnya/penawarnya kita bisa sembuh. Tapi beda dengan penyakit ”Flu” yang satu ini. Sudah semangkin berevolusi menurut orang yang ahli dibidangnya, tapi kalau munurut kita sudah berkembang biak bersama hewan. Mangkanya namanya pun dikaitkan dengan hewan.

Yang anehnya lagi kita tidak tahu pasti sumber dari mana datangnya penyakit tersebut, begitu terjadi penyakit di suatu negara, negara lain pun ikut mengklem bahwa di negaranya pun telah terjadi penykait ”Flu” atau saling tuding-menuding.

Nah.. disini ada sedikit informasi tentang Flu-flu tersebut walaupun ada berbagai macam informasinya. Untuk itu mari kita cermati.

Pertama mulai dari Flu Burung di Inggris Kemungkinan Berasal dari Taiwan.
Otoritas Inggris terus menyelidiki tewasnya seekor burung beo yang terjangkit virus H5N1 selama dalam karantina. Ada dugaan virus flu burung yang menginfeksi burung yang diimpor dari Suriname itu berasal dari Taiwan. Dugaan ini menguat karena burung-burung asal Taiwan juga berada dalam karantina bersama burung impor Suriname itu.

Penyakit ini menimbulkan kematian yang sangat tinggi (hampir 90 %) pada beberapa peternakan dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Kemungkinan penularan kepada manusia dapat terjadi apabila virus avian influenza bermutasi. Unggas ( ayam, burung dan itik ) merupakan sumber penularan virus influenza. Untuk unggas air lebih kebal (resistensi) terhadap virus avian influenza daripada unggas peliharaan, Sedangkan burung kebanyakan dapat juga terinfeksi, termasuk burung liar dan unggas air. Kasus Flu Burung dalam perkembangan, bukan menyerang pada unggas saja, tetapi juga menyerang manusia.

Setelah penyakit Flu Burung ini melanda dunia muncul lagi penyakit Flu Babi. Para dokter di Meksiko memfokuskan penyelidikan mereka terhadap seorang bocah yang tinggal dekat peternakan babi. Bocah itu dipercaya sebagai manusia pertama yang terjangkit virus yang telah menewaskan ratusan orang dan menyebar di empat benua itu.
Untuk itu Edgar Hernandez, nama bocah itu, disebut sebagai “Patient Zero” oleh para dokter.
Edgar tinggal dengan keluarganya di desa La Glorin negara bagian Veracruz. Di tempat itu ditemukan kasus flu babi untuk pertama kalinya pada 2 April. Otoritas negara bagian sempat mengambila sample darah puluhan penduduk untuk diperiksa.
Hasil pemeriksaan laboratorium menyebutkan Edgar satu-satunya orang di Veracruz yang positif terinfeksi virus flu babi. Sementara yang lainnya hanya terkena flu biasa. Pejabat kesehatan kemudian memeriksa kembali sample Edgar setelah wabah flu babi menjalar ke seluruh Meksiko dan membunuh ratusan orang.
“Dalam kasus ini, ada satu pasien yang positif terjangkit virus flu babi. Dengan pengecualian, saat itu tidak ada di daerah lain di dunia terjadi epidemic wabah ini.” kata Jose Angel Cordova Menteri Kesehatan Meksiko seperti dikutip CNN, Rabu (29/4/2009).
Meski demikian, ibu Edgar dan warga La Gloria lainnya membantah jika virus H1N1 itu berasal dari babi-babi di wilayah itu. Otoritas telah melakukan pemeriksaan di peternakan milik perusahaan Amerika Serikat Smithfield Foods dan hasilnya menunjukkan negatif.
Otoritas kesehatan Meksiko menyebutkan, hingga saat ini, korban tewas flu babi sudah mencapai 159 orang. Selain itu 2.500 masuk katagori suspect.

Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar menukar elemen genetik) sehingga muncul virus baru. Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.

Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.

Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya

Anehnya lagi kini datang lagi sebuah Flu dari seekor kuda atau influenza equine telah menewaskan 43 kuda di dua negara bagian barat India, Rajasthan dan Gujarat. Demikian diwartakan Harian Hindu, Danik Bhaskar, baru-baru ini, seperti dikutip Xinhua. Berdasarkan laporan laboratorium di Hissar, Haryana, di India bagian utara, kematian hewan-hewan itu disebabkan oleh influenza equine. Kematian pertama terjadi pada Januari silam di Gandhinagar, Gujarat, tempat 15 kuda tewas akibat penyakit tersebut bulan lalu.

Untuk mencegah penyakit tersebut tersebar luas, pemerintah Gujarat memutuskan melarang membeli dan menjual kuda di negara bagian itu. Sementara di Rajasthan, 25 kuda tewas pada suatu pameran kuda di daerah Jodhpur.

Flu Equine disebabkan oleh virus Influenza A yang endemik pada kuda. Virus tersebut bisa berpindah ke jenis hewan lain dan menular pada manusia. Influenza equine ditandai dengan sangat tingginya penularan di antara kuda, dan mempunyai masa inkubasi relatif singkat, yakni satu sampai lima hari. Kuda yang terserang flu ini bisa mengembangkan gejala-gejala demam, batuk kering dan keluar ingus dari hidungnya.

Flu babi hanya salah satu dari banyak penyakit mematikan yang berasal dari hewan yang kemudian ditularkan kepada manusia.

Penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia disebut dengan zoonoses dan menurut para ilmuwan perkembangan penyakit tersebut tengah menanjak. Berikut adalah lima penyakit berbahaya yang ditularkan dari hewan, dikutip dari Live Science, Kamis (30/42009):

1. Pandemi Influenza
Influenza berbahaya bisa menyebar dari burung, babi dan binatang lain. Pada 1918 pandemi influenza memakan banyak korban hanya dalam hitungan bulan. Membunuh hampir 50 juta orang. Seperlima dari populasi dunia terinfeksi virus tersebut, dan membunuh lebih dari 25 persen penduduk Amerika.

2. Wabah Bubonic
Bubonic disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh hewan pengerat dan juga kucing. Jika terinfeksi, seseorang akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Wabah ini menggemparkan dunia pada abad ke 14 dan pada masa itu dikenal juga dengan sebutan Black Death. Saat itu bubonic mewabah dari Eropa, Mesir hingga seluruh kawasan Asia. Sebanyak 75 juta orang tewas dan hanya 360 orang yang sempat terobati.

3. HIV/AIDS
Virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS aslinya berasal dari simpanse dan hewan primata lainnya. Diyakini virus ini pertama kali menginfeksi manusia pada abad lalu. Menurut data kesehatan dunia pada akhir 2007 diperkirakan sebanyak 33 juta orang mengidap HIV, termasuk 2,7 juta kasus baru setiap tahunnya. Sebanyak 2 juta orang meninggal dunia termasuk 270.000 anak-anak. Dua pertiga infeksi HIV terjadi di Sub Sahara Afrika.

4. Parasit Gila
Parasit aneh bernama Toxoplasma gondii menginfeksi otak manusia. Lebih dari setengah populasi manusia terjangkit virus tersebut, termasuk 50 juta warga Amerika. Konon virus ini meningkatkan resiko terkena neuroticism dan berkembang menjadi schizophrenia. Tempat tinggal utama virus ini adalah pada tubuh kucing.

5. ‘Crabs’ ditularkan oleh Gorilla
Sekira tiga juta tahun lalu manusia menemukan sejenis kutu berbahaya pada tubuh gorilla. Kutu tersebut ternyata menginfeksi penyakit bernama “crabs”.Awal penyebarannya adalah jika manusia tidur di sarang gorilla atau memakan dagingnya, demikian kesimpulan yang diperoleh para ilmuwan pada 2007.

Sumber : okezone, infoanda, kaahil.

gawat…..!!! si paus Kecam Pemakaian Kondom

Anda tahu paus benediktus XVI, ya… pasti anda sudah kenal dan tidak asing lagi mendengar nama tersebut. Yang pada lawatannya ke ke Afrika bahwa Paus mengecam pemakaian kondom di benua yang marak dengan penyakit AIDS itu. Menurut Paus, ada cara yang lebih baik daripada penggunaan kondom untuk memerangi penyakit mematikan itu.

“AIDS merupakan tragedi yang tidak bisa diatasi dengan uang saja, yang tak bisa diatasi dengan distribusi kondom, yang justru memperburuk masalah,” cetus pemimpin tertinggi gereja Katolik Roma itu seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/3/2008).

Malah si paus menyarankan “Solusinya terletak pada spriritual dan kesadaran manusia serta persahabatan bagi mereka yang menderita,” ujar Paus berusia 81 tahun itu.

Hal itu disampaikan Paus kepada para wartawan dalam penerbangan dari Roma, Italia menuju Kamerun. Lawatan Paus ke Kamerun merupakan kunjungan pertamanya ke benua Afrika sebagai paus.

Komentar paus tersebut terbilang mengejutkan atau mengherankan dan sepertinya ada misi-misi yang terselubung sebab menurut para pengamat Vatikan, selama ini mereka belum pernah mendengar paus menyebutkan kata ‘kondom”. Atau bahkan paus secara tidak langsung ingin orang-orang yang ada di vatikan agar menyarankan tidak memakai kondom.

Dalam kunjungan ke Afrika selama seminggu itu, Paus juga akan singgah di Angola.