Posts tagged ‘Moto GP’

Spefikasi Mesin MotoGP 2009

Ducati GP9
Mesin :
Tipe Mesin : 4-Tak V4 Berpendingin Air
Katup : 4 Katup persilinder DOHC, Desmodromic
Kapasitas Mesin : 799cc
Tenaga Max : 230dk
Transmisi : 6 Percepatan
Sistem Kopling : Kering, Multiplat
Penggerak Akhir : Rantai
Sasis : Serat Karbon
Suspensi Depan : Ohlins, upside-down 42mm front forks
Suspensi Belakang : Ohlins, Adjustable
Rem Depan : Brembo, Cakram karbon ganda 320mm dan kapiler 4 piston
Rem Belakang : Brembo, cakram Baja tunggal 220mm dan kapiler 2 piston
Ban : Bridgestone 16.5 inci Depan-Belakang
Sistem Pengapian : Magneti Mirelli
Sistem Injeksi : Magneti Mirelli
Sistem Gas Buang : Termignoni
Bahan Bakar : Shell Racing V-Power
Pelumas : Shell Advanced Ultra 4
Berat Kosong : 148kg
Situs Resmi : www.Ducati.Com

Honda RC212V
Mesin :
Tipe Mesin : 4 Stroke, Pneumatic 4 Katup Persilinder, pendingin air
Konfigurasi : V4
Kapasitas Mesin : 799cc
Tenaga Max : 220dk
Tipe Rangka : Twin-Tube Frame
Ban : Bridgestone 16,5 inci Depan-Belakang
Suspensi Depan : teleskopik
Suspensi Belakang : Monosok New Unit Pro-link
Kapasitas tanki : 21liter
Berat Kosong : 148kg
Dimensi :
Panjang Total : 2050mm
Lebar Total : 645mm
Tinggi Total : 1,125mm
Sumbu Roda : 1,440mm
Jarak Ketanah : 125mm
Situs Resmi : www.World.Honda.Com

Yamaha Yzr-M1
Mesin :
Tipe Mesin : Berpendingin Air dengan 16 katup DOHC berkatup Pneumatic
Konfigurasi : 4 Silinder segaris crossplane
Kapasitas Mesin : 799cc
Pengapian : Magneti Mirelli, Busi NGK
Pelumas Mesin : Yamalube
Tenaga Max : 220dk
Top Speed : Lebih dari 330km/jam
Girboks : 6 Speed cassette type
Kopling : Dry Multi-Plate Slipper clutch
Sasis : Aluminium Twintube Delta Box, Whellbase, ride ridht, Swingarm aluminium
Suspensi Depan : Ohlins Upside Down
Suspensi Belakang : Ohlins Rear Shock
Pelek : Marchesini
Ban : Bridgestone 16,5inci Depan-Belakang
Rem Depan : Cakram ganda 320mm dari karbon, 4 piston Brembo
Rem Belakang : Cakram Tunggal 220mm dari stainless steel
Berat Kosong : 148kg
Kapasitas tangki : 21liter
Situs Resmi : www.Yamaha-Racing.com

Suzuki GSV-R
Mesin
Tipe Mesin : 4 Langkah, pendingin air
Konfigurasi : V4, Pneumatic
Kapasitas Mesin : 799cc
Sistem Bahan Bakar : injeksi
Pelumas : Motul
Kopling : Multi Pelat kering
Transmisi : 6 percepatan
Tipe Rangka : Twin Spar Aluminium Alloy
Suspensi Depan : Ohlins, inverted type telescopic
Suspensi Belakang : Ohlins, Link type
Ban : bridgestone 16,5inci Depan-Belakang
Rem Depan : Brembo, 4 piston, double karbon disc
Rem Belakang : Brembo, Single steel Disc
Top Speed : lebih dari 320km/jam
Situs Resmi : www.rizla-suzuki-motogp.co.uk

Kasawaki ZX-RR
Mesin :
Konfigurasi : Inline, 4 silinder , 4 stroke
Kapasitas Mesin : 798cc
Sistem Induksi : DOHC , Pneumatic , 4 Valve persilinder
Pelumas : Elf
Sistem Bahan Bakar : Electronic Fuel injection
Sistem Exhaust : Titanium, 4-2-1
Maximum Power : 200 Bhp
Maximum Speed : lebih dari 300km/jam
Sasis:
Frame : Aluminium Twin-Spar
Suspensi Depan : Inverted Telescopic Forks
Suspensi Belakang : Uni-Trak MonoShock
Steering Damper : Hydrolic adjustable
Bodywork : karbon fibre
Ban : Bridgestone 16,5 inci Depan-Belakang
Dimensi :
Wheelbase : 1460mm
Panjang : 2080mm
Rake : Variable
Bobot : 148kg
Kapasitas Tangki : 21 Liter
Situs Resmi : –

Iklan

Jelang MotoGP & Data Fakta MotoGP 2009

Moto GP 2009

Moto GP 2009

Seiring dengan akan di mulai qualifikasi Moto GP 2009. Sekedar untuk flash back berikut ini segelumit kisah kejuaraan dari Moto GP. Dari 18 pembalap permanen yang sudah ada di entry list MotoGP 2009, ada 17 orang yang pernah menjuarai sebuah balapan di tingkat Kejuaraan Dunia. Inilah data dan fakta MotoGP 2009 yang disarikan dari berbagai sumber.

Selain itu, dari 18 pembalap itu ada 11 orang yang menyandang titel juara dunia; baik di kelas 125 cc, 250 cc, MotoGP, Superbike atau Supersport. Di antara 17 pembalap yang pernah menjuarai balapan itu, mereka telah mengumpulkan 335 kemenangan.

Profil di atas menjanjikan harapan akan lahirnya balapan-balapan yang ketat setelah di dua tahun terakhir ini, balapan demi balapan berlangsung kurang kompetitif.

Indikasinya, tidak ada seorang pun pembalap yang merebut kemenangan dengan menyalip lawan di lap terakhir semenjak Toni Elias memenangi GP Portugal di Estoril tahun 2006. Di dua tahun pertama terjunnya motor 800 cc ini, marjin antara pembalap pertama dengan pembalap kedua adalah 5,748 detik (2007) dan 5,428 detik (2008).

Tahun lalu, selisih terdekat seorang pemenang dengan runner-upnya adalah 1,817 detik yang dicatat Jorge Lorenzo ketika bertahta di GP Portugal. Sedangkan jarak terjauh dicatat Valentino Rossi di GP Ceko dengan 15,004 detik.

Satu-satunya pembalap yang belum pernah menjadi juara balapan kelas Kejuaraan Dunia adalah Niccolo Canepa. Meski begitu, rookie yang memperkuat Pramac Ducati itu pernah jadi juara kejuaraan FIM Superstock 1000 tahun 2007.

Canepa juga menjadi pembalap termuda di grid MotoGP tahun ini. Satu bulan setelah ia melakoni debut di GP Qatar, 12 April mendatang, pemuda Italia itu baru akan merayakan hari jadinya yang ke-21.

Sedangkan gelar pembalap tertua akan dipegang oleh Sete Gibernau. Pembalap Spanyol itu sudah berusia 36 tahun, lebih tua 15 pekan daripada Loris Capirossi yang justru dinobatkan sebagai pembalap paling berpengalaman.

Secara umum, profil para pembalap MotoGP relatif menua. Dari angka 26 tahun 19 minggu tahun lalu, usia rata-rata pembalap MotoGP tahun ini naik sedikit ke angka 27 tahun 32 pekan.

SeJaRah MoTo GP

Kejuaraan dunia untuk balap motor pertama kali di selenggarakan oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), pada tahun 1949. Pada saat itu secara tradisional telah di selenggarakan beberapa balapan di tiap even untuk berbagai kelas motor, berdasarkan kapasitas mesin, dan kelas untuk sidecars (motor bersespan). Kelas-kelas yang ada saat itu adalah 50cc, 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc untuk motor single seater, serta 350cc dan 500cc untuk motor sidecars. Memasuki tahun 1950-an dan sepanjang 1960-an, motor bermesin 4 tak mendominasi seluruh kelas. Pada akhir 1960-an, motor bermesin 2 tak mulai menguasai kelas-kelas kecil. Di tahun 1970-an motor bermesin 2 tak benar-benar menyingkirkan mesin-mesin 4 tak. Pada tahun 1979, Honda berusaha mengembalikan mesin 4 tak di kelas puncak dengan menurunkan motor NR500, namun proyek ini gagal, dan di tahun 1983 Honda bahkan meraih kemenangan dengan motor 500cc 2 tak miliknya. Pada tahun 1983, kelas 350cc akhirnya dihapuskan. Kelas 50cc kemudian digantikan oleh kelas 80cc di tahun 1984, tetapi kelas yang sering di dominasi oleh pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan pada tahun 1990. Kelas sidecars juga ditiadakan dari kejuaraan dunia di tahun 1990-an, menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan kelas 500cc. GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500cc, baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar. Pada tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan di ijinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990cc,dan berubah menjadi 800cc di musim 2007.pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Dengan di bolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas MotoGP. Untuk kelas 125cc dan 250cc secara khusus masih menggunakan mesin 2 tak. Balap untuk kelas MotoGP saat ini diselenggarakan sebanyak 17 seri di 15 negara yang berbeda (Spanyol menggelar 3 seri balapan). Balapan biasa di gelar setiap akhir pekan dengan beberapa tahap. Hari Jum’at di gelar latihan bebas dan latihan resmi pertama, kemudian hari Sabtu dilaksanakan latihan resmi kedua dan QTT, dimana para pembalap berusaha membuat catatan waktu terbaik untuk menentukan posisi start mereka. Balapan sendiri digelar pada hari Minggu, meskipun ada seri yang digelar hari Sabtu yaitu di Belanda dan Qatar. Grid (baris posisi start) terdiri dari 3 pembalap perbaris dan biasanya setiap seri balap diikuti oleh sekitar 20 pembalap. Balapan dilaksanakan selama sekitar 45 menit dan pembalap berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan, tanpa masuk pit untuk mengganti ban atau mengisi bahan bakar. Balapan akan diulang jika terjadi kecelakaan fatal di awal balapan. Susunan grid tidak berubah sesuai hasil kualifikasi. Pembalap boleh masuk pit jika hanya untuk mengganti motor karena hujan saat balapan.

SPESIFIKASI

Setiap peraturan mengenai tiap-tiap kelas balapan dibentuk oleh FIM sebagai organisasi yang berwenang melakukanya. FIM membentuk dan mengeluarkan peraturan-peraturan baru yang dipandang sesuai dengan perkembangan balapan. Pada permulaan era baru MotoGP di tahun 2002, motor bermesin 2 tak 500cc dan 4 tak 990cc dibolehkan untuk digunakan dalam balapan. Kedahsyatan tenaga dari motor bermesin 4 tak yang mengungguli motor bermesin 2 tak menyingkirkan seluruh mesin 2 tak dari persaingan, dan musim-musim balap selanjutnya tidak ada lagi motor 2 tak yang digunakan.

Pada tahun 2007, FIM akan memberlakukan peraturan baru bahwa motor-motor MotoGP akan dibatasi menjadi 4 tak 800cc. Alasan yang dikemukakan dari pengurangan kapasitas silinder mesin ini adalah untuk meningkatkan keamanan pembalap, mengingat tenaga dan kecepatan puncak yang dihasilkan mesin-mesin MotoGP telah meningkat secara drastis sejak 2002. Rekor kecepatan MotoGP saat ini adalah 347.4 km/jam yang dicetak oleh Loris Capirossi dengan motor Ducati di sirkuit Catalunya, Barcelona pada tahun 2004. Sebagai perbandingan rekor kecepatan F1 saat ini adalah 369.9 km/jam yang dicetak oleh Antonio Pizonia dengan mobil BMW, di sirkuit Monza ditahun 2004.

Keputusan pilihan untuk membatasi kapasitas mesin menjadi 800cc (daripada dengan metode pembatasan tenaga lain, seperti pengurangan jumlah gir transmisi yang diijinkan) menurut para pengamat MotoGP sangat menguntungkan Honda. Honda menggunakan mesin lima silinder, dan hanya perlu mengurangi satu silinder untuk membenahi mesin mereka agar sesuai regulasi yang baru, sementara pabrikan lainnya harus mendesain ulang seluruh mesin mereka. Pembatasan menjadi 800cc juga menimbulkan kontroversi bahwa sepertinya saat ini motor yang digunakan dalam kejuaraan Superbike 1000cc menjadi yang tercepat dalam balapan motor sirkuit di seluruh dunia.

Mesin yang digunakan dalam kelas 125cc dibatasi sebanyak satu silinder dan dengan berat minimal 80 kilogram, sementara untuk kelas 250cc dibatasi sebanyak dua silnder dengan berat minimal 100 kilogram.

Motor-motor untuk kelas MotoGP dibolehkan menggunakan mesin dengan jumlah silinder antara tiga sampai enam silinder, dan terdapat variasi dalam pembatasan berat tergantung jumlah silinder yang digunakan. Ini disebabkan sebuah mesin dengan silinder yang lebih banyak, tenaga yang dihasilkan juga lebih besar, dan batasan berat meningkat. Pada tahun 2006 mesin-mesin yang digunakan di MotoGP adalah mesin empat dan lima silinder. Honda menggunakan lima silinder, sementara Yamaha, Ducati, Kawasaki, dan Suzuki menggunakan empat silinder.

Motor-motor yang digunakan dalam Grandprix motor dibuat tidak hanya untuk balapan saja, tetapi juga sebagai ajang unjuk kekuatan dan kemajuan teknologi antar pabrikan. Sebagai hasilnya seluruh mesin-mesin MotoGP dibuat dengan menggunakan material yang sangat mahal dan ringan seperti titanium, dan carbon-fiber-reinforced plastic. Motor-motor tersebut juga menggunakan teknologi yang tidak tersedia untuk konsumsi umum, misalnya adalah perangkat elektronik yang canggih termasuk telemetri, engine management systems, kontrol traksi, rem cakram karbon, dan teknologi mesin modern yang diadopsi dari teknologi mesin mobil F1.

Jika motor-motor yang dipakai di kelas MotoGP hanya dilombakan di tingkat kejuaraan dunia, motor-motor yang digunakan di kelas 125cc dan 250cc relatif lebih terjangkau. Harga sebuah motor 125cc kurang lebih sama dengan sebuah mobil. Motor-motor ini sering digunakan dalam kejuaraan balap motor nasional diseluruh dunia.

Satu dari beberapa tantangan utama yang dihadapi para pembalap MotoGP dan Insinyur motor MotoGP adalah bagaimana untuk menyalurkan tenaga mesin yang luar biasa – lebih dari 240 dk (179 kW), melalui titik kontak dua buah ban dan permukaan aspal sirkuit dengan lebar hanya sekitar lengan manusia. Sebagai perbandingan mobil F1 menghasilkan lebih dari 950 dk (700 kW) tetapi dengan empat buah ban, sehingga memiliki titik kontak permukaan dengan aspal sepuluh kali lebih lebar dari motor MotoGP.

Spesifikasi Mesin

  • Konfigurasi: 4-silinder v (Kelas MotoGP), 2-silinder (kelas 250 cc dan 125 cc).
  • Kapasitas: 800 cc (Kelas MotoGP), 250 cc (kelas 250 cc), 125 cc (kelas 125 cc).
  • Katup: 16-katup (MotoGP), 8-katup (250 cc, 125 cc).
  • Kerja katup: DOHC, 4-katup per silinder (MotoGP), 2-katup per silinder (250 cc, 125 cc).
  • Bahan bakar: Tanpa timbal (tidak ada bahan bakar kontrol), 100 oktan.
  • Pasokan bahan bakar: Injeksi bahan bakar.
  • Aspirasi: Aspirasi normal.
  • Kekuatan: Kira – kira 250 atau 225 dk.
  • Pelumasan: Basah.
  • Maksimum/minimum putaran mesin: 17500 – 18000 Rotasi per menit.
  • Pendingin: Pompa air tunggal.

sumber : Moto GP