Zaman semangkin canggih penyakit pun demikian, ini dapat kita lihat pada penyakit ”Flu” dahulu kita tahu flu itu penyakit ringan, hanya cukup minum obatnya/penawarnya kita bisa sembuh. Tapi beda dengan penyakit ”Flu” yang satu ini. Sudah semangkin berevolusi menurut orang yang ahli dibidangnya, tapi kalau munurut kita sudah berkembang biak bersama hewan. Mangkanya namanya pun dikaitkan dengan hewan.

Yang anehnya lagi kita tidak tahu pasti sumber dari mana datangnya penyakit tersebut, begitu terjadi penyakit di suatu negara, negara lain pun ikut mengklem bahwa di negaranya pun telah terjadi penykait ”Flu” atau saling tuding-menuding.

Nah.. disini ada sedikit informasi tentang Flu-flu tersebut walaupun ada berbagai macam informasinya. Untuk itu mari kita cermati.

Pertama mulai dari Flu Burung di Inggris Kemungkinan Berasal dari Taiwan.
Otoritas Inggris terus menyelidiki tewasnya seekor burung beo yang terjangkit virus H5N1 selama dalam karantina. Ada dugaan virus flu burung yang menginfeksi burung yang diimpor dari Suriname itu berasal dari Taiwan. Dugaan ini menguat karena burung-burung asal Taiwan juga berada dalam karantina bersama burung impor Suriname itu.

Penyakit ini menimbulkan kematian yang sangat tinggi (hampir 90 %) pada beberapa peternakan dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Kemungkinan penularan kepada manusia dapat terjadi apabila virus avian influenza bermutasi. Unggas ( ayam, burung dan itik ) merupakan sumber penularan virus influenza. Untuk unggas air lebih kebal (resistensi) terhadap virus avian influenza daripada unggas peliharaan, Sedangkan burung kebanyakan dapat juga terinfeksi, termasuk burung liar dan unggas air. Kasus Flu Burung dalam perkembangan, bukan menyerang pada unggas saja, tetapi juga menyerang manusia.

Setelah penyakit Flu Burung ini melanda dunia muncul lagi penyakit Flu Babi. Para dokter di Meksiko memfokuskan penyelidikan mereka terhadap seorang bocah yang tinggal dekat peternakan babi. Bocah itu dipercaya sebagai manusia pertama yang terjangkit virus yang telah menewaskan ratusan orang dan menyebar di empat benua itu.
Untuk itu Edgar Hernandez, nama bocah itu, disebut sebagai “Patient Zero” oleh para dokter.
Edgar tinggal dengan keluarganya di desa La Glorin negara bagian Veracruz. Di tempat itu ditemukan kasus flu babi untuk pertama kalinya pada 2 April. Otoritas negara bagian sempat mengambila sample darah puluhan penduduk untuk diperiksa.
Hasil pemeriksaan laboratorium menyebutkan Edgar satu-satunya orang di Veracruz yang positif terinfeksi virus flu babi. Sementara yang lainnya hanya terkena flu biasa. Pejabat kesehatan kemudian memeriksa kembali sample Edgar setelah wabah flu babi menjalar ke seluruh Meksiko dan membunuh ratusan orang.
“Dalam kasus ini, ada satu pasien yang positif terjangkit virus flu babi. Dengan pengecualian, saat itu tidak ada di daerah lain di dunia terjadi epidemic wabah ini.” kata Jose Angel Cordova Menteri Kesehatan Meksiko seperti dikutip CNN, Rabu (29/4/2009).
Meski demikian, ibu Edgar dan warga La Gloria lainnya membantah jika virus H1N1 itu berasal dari babi-babi di wilayah itu. Otoritas telah melakukan pemeriksaan di peternakan milik perusahaan Amerika Serikat Smithfield Foods dan hasilnya menunjukkan negatif.
Otoritas kesehatan Meksiko menyebutkan, hingga saat ini, korban tewas flu babi sudah mencapai 159 orang. Selain itu 2.500 masuk katagori suspect.

Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar menukar elemen genetik) sehingga muncul virus baru. Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.

Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.

Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya

Anehnya lagi kini datang lagi sebuah Flu dari seekor kuda atau influenza equine telah menewaskan 43 kuda di dua negara bagian barat India, Rajasthan dan Gujarat. Demikian diwartakan Harian Hindu, Danik Bhaskar, baru-baru ini, seperti dikutip Xinhua. Berdasarkan laporan laboratorium di Hissar, Haryana, di India bagian utara, kematian hewan-hewan itu disebabkan oleh influenza equine. Kematian pertama terjadi pada Januari silam di Gandhinagar, Gujarat, tempat 15 kuda tewas akibat penyakit tersebut bulan lalu.

Untuk mencegah penyakit tersebut tersebar luas, pemerintah Gujarat memutuskan melarang membeli dan menjual kuda di negara bagian itu. Sementara di Rajasthan, 25 kuda tewas pada suatu pameran kuda di daerah Jodhpur.

Flu Equine disebabkan oleh virus Influenza A yang endemik pada kuda. Virus tersebut bisa berpindah ke jenis hewan lain dan menular pada manusia. Influenza equine ditandai dengan sangat tingginya penularan di antara kuda, dan mempunyai masa inkubasi relatif singkat, yakni satu sampai lima hari. Kuda yang terserang flu ini bisa mengembangkan gejala-gejala demam, batuk kering dan keluar ingus dari hidungnya.

Flu babi hanya salah satu dari banyak penyakit mematikan yang berasal dari hewan yang kemudian ditularkan kepada manusia.

Penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia disebut dengan zoonoses dan menurut para ilmuwan perkembangan penyakit tersebut tengah menanjak. Berikut adalah lima penyakit berbahaya yang ditularkan dari hewan, dikutip dari Live Science, Kamis (30/42009):

1. Pandemi Influenza
Influenza berbahaya bisa menyebar dari burung, babi dan binatang lain. Pada 1918 pandemi influenza memakan banyak korban hanya dalam hitungan bulan. Membunuh hampir 50 juta orang. Seperlima dari populasi dunia terinfeksi virus tersebut, dan membunuh lebih dari 25 persen penduduk Amerika.

2. Wabah Bubonic
Bubonic disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh hewan pengerat dan juga kucing. Jika terinfeksi, seseorang akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Wabah ini menggemparkan dunia pada abad ke 14 dan pada masa itu dikenal juga dengan sebutan Black Death. Saat itu bubonic mewabah dari Eropa, Mesir hingga seluruh kawasan Asia. Sebanyak 75 juta orang tewas dan hanya 360 orang yang sempat terobati.

3. HIV/AIDS
Virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS aslinya berasal dari simpanse dan hewan primata lainnya. Diyakini virus ini pertama kali menginfeksi manusia pada abad lalu. Menurut data kesehatan dunia pada akhir 2007 diperkirakan sebanyak 33 juta orang mengidap HIV, termasuk 2,7 juta kasus baru setiap tahunnya. Sebanyak 2 juta orang meninggal dunia termasuk 270.000 anak-anak. Dua pertiga infeksi HIV terjadi di Sub Sahara Afrika.

4. Parasit Gila
Parasit aneh bernama Toxoplasma gondii menginfeksi otak manusia. Lebih dari setengah populasi manusia terjangkit virus tersebut, termasuk 50 juta warga Amerika. Konon virus ini meningkatkan resiko terkena neuroticism dan berkembang menjadi schizophrenia. Tempat tinggal utama virus ini adalah pada tubuh kucing.

5. ‘Crabs’ ditularkan oleh Gorilla
Sekira tiga juta tahun lalu manusia menemukan sejenis kutu berbahaya pada tubuh gorilla. Kutu tersebut ternyata menginfeksi penyakit bernama “crabs”.Awal penyebarannya adalah jika manusia tidur di sarang gorilla atau memakan dagingnya, demikian kesimpulan yang diperoleh para ilmuwan pada 2007.

Sumber : okezone, infoanda, kaahil.